{"id":1489,"date":"2026-09-03T16:57:11","date_gmt":"2026-09-03T16:57:11","guid":{"rendered":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/?p=1489"},"modified":"2026-09-06T12:08:10","modified_gmt":"2026-09-06T12:08:10","slug":"formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/","title":{"rendered":"Formula Kemendikdasmen Dekatkan Pembelajaran STEM dengan Kehidupan Anak"},"content":{"rendered":"<p>*Kudus, Jawa Tengah, 3 September 2026* \u2014 Seekor katak di sawah, belalang yang melompat di rerumputan, semut yang berjalan beriringan, hingga kupu-kupu yang beterbangan dapat menjadi pintu masuk anak mengenal sains. Tak perlu laboratorium mahal atau peralatan berteknologi tinggi. Rasa ingin tahu dan lingkungan sekitar justru dapat menjadi ruang belajar yang kaya.<\/p>\n<p>Cara pandang inilah yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) dengan pendekatan 5M: Mudah, Murah, Menggembirakan, _Mindful_, dan _Meaningful_.<\/p>\n<p>Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu&#8217;ti mengatakan perubahan pola pikir menjadi kunci agar pembelajaran sains dapat hadir dekat dengan kehidupan anak. \u201cBangun _mindset_ menentukan bagaimana kita melakukan sesuatu sehingga _mindset_ kita ubah dengan _science_ itu mudah. Semua orang bisa menjadi saintis dan murah, tidak harus membeli peralatan lab yang mahal. Bisa dari keseharian, di mana anak-anak menemukan banyak hal di sekitarnya, dan belajar sains itu menggembirakan, _mindful_ dan _meaningful_,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Abdul Mu&#8217;ti, pendekatan tersebut perlu ditanamkan sejak pendidikan anak usia dini (PAUD), sejalan dengan gagasan wajib belajar 13 tahun dan pengenalan sains sejak taman kanak-kanak. \u201cMereka bisa tanya apa saja dan semuanya spontan sehingga sains bisa menggembirakan kalau rasa ingin tahu itu tidak kita batasi dan takut-takuti,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan, anak dapat diajak ke sawah untuk mengamati rumput, padi, katak, belalang, semut, serta berbagai hal yang ada di lingkungan nyata. Pengalaman langsung membantu anak memahami bahwa sains bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. \u201cSains tidak boleh menjauhkan dari lingkungan alam di mana mereka berada karena alam adalah tempat belajar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan pentingnya memberi ruang kepada anak untuk mencipta dan bereksplorasi. \u201cKita dorong mereka mencipta. Pengalaman itu sangat penting untuk memancing rasa ingin tahu mereka.dalam suasana yang menggembirakan.\u201d<\/p>\n<p>Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani mengungkapkan, \u201cKami menyadari, selama ini STEM diidentikkan sebagai bidang mahal dan sulit untuk diterapkan dalam pembelajaran. Stigma ini menjadi salah satu alasan mendorong kami untuk merancang Program STEM secara menyeluruh, termasuk di dalamnya penguatan kompetensi guru melalui pelatihan STEM yang mengusung prinsip 5M, yaitu Mudah, Murah, Menggembirakan, _Mindful_, dan _Meaningful_,\u201d tutur Nunuk.<\/p>\n<p>Melalui pendekatan tersebut, Kemendikdasmen ingin STEM hadir sebagai cara berpikir dalam keseharian murid: mengamati persoalan, bertanya, mencari solusi, mencoba, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu yang bermakna. Guru menjadi penggerak utama agar pengalaman belajar tersebut tumbuh secara alami, menyenangkan, dan relevan dengan lingkungan anak.<\/p>\n<p>\u201cPeluncuran ini bukan sebagai awal kegiatan, tetapi menjadi sebuah katalis dalam praktik pedagogis yang menghubungkan konsep lintas disiplin dengan konteks nyata sekaligus memfasilitasi praktik saintifik, enjinering, komunikasi ilmiah, dan kolaborasi,\u201d lanjut Dirjen Nunuk.<\/p>\n<p>Fitri Anggraeni, guru RA Miftahul Falah Dawe menyampaikan rasa senangnya atas peluncuran STEM Nasional. Meski baru menyadari bahwa aktivitas mengajarnya selama ini merupakan bentuk penerapan STEM, peluncuran secara nasional membuatnya semakin yakin bahwa metode pembelajaran yang telah ia terapkan sudah tepat. \u201c_Alhamdulillah_, memang sedikit banyak aktivitas pembelajaran selama ini ternyata sudah terkait dengan STEM. Anak-anak memang terlihat lebih bersemangat mengikuti pelajaran ketika diajak dalam suasana bermain. Seperti membuat bangun ruang menggunakan kardus, belajar numerasi sambil bernyanyi, dan lain-lain,\u201d jelas Fitri.<\/p>\n<p>Sementara itu, Syafa`atun Ni`mah, guru RA Miftahul Huda 1 Dawe justru merasakan pengalaman pembelajaran yang lebih kaya saat anak-anak belajar dengan menerapkan STEM. \u201cTak jarang saya takjub dengan reaksi dan umpan balik yang diberikan anak-anak. Sebab, sering kali justru saya belajar dari mereka. Ruang interaksi antara guru dan murid, membuat saya belajar hal baru dan terpacu untuk menjadi pengajar yang lebih baik lagi untuk anak-anak,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat<br \/>\nSekretariat Jenderal<br \/>\nKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah<\/p>\n<p>_Siaran Pers_<br \/>\nKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah<\/p>\n<p>Nomor: 781\/sipers\/A6\/IX\/2026<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>*Kudus, Jawa Tengah, 3 September 2026* \u2014 Seekor katak di sawah, belalang yang melompat di rerumputan, semut yang berjalan beriringan, hingga kupu-kupu yang beterbangan dapat menjadi pintu masuk anak mengenal sains. Tak perlu laboratorium mahal atau peralatan berteknologi tinggi. Rasa ingin tahu dan lingkungan sekitar justru dapat menjadi ruang belajar yang kaya. Cara pandang inilah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1490,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[480],"class_list":["post-1489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-siaran-pers","tag-pendidikanbermutuuntuksemua-kemendikdasmenramah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Formula Kemendikdasmen Dekatkan Pembelajaran STEM dengan Kehidupan Anak - Kantor GTK Kepri<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Formula Kemendikdasmen Dekatkan Pembelajaran STEM dengan Kehidupan Anak - Kantor GTK Kepri\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"*Kudus, Jawa Tengah, 3 September 2026* \u2014 Seekor katak di sawah, belalang yang melompat di rerumputan, semut yang berjalan beriringan, hingga kupu-kupu yang beterbangan dapat menjadi pintu masuk anak mengenal sains. Tak perlu laboratorium mahal atau peralatan berteknologi tinggi. Rasa ingin tahu dan lingkungan sekitar justru dapat menjadi ruang belajar yang kaya. Cara pandang inilah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kantor GTK Kepri\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-03T16:57:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-06T12:08:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-06-at-19.03.24.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yuri Yogaswara Kantor GTK Kepri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yuri Yogaswara Kantor GTK Kepri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Formula Kemendikdasmen Dekatkan Pembelajaran STEM dengan Kehidupan Anak - Kantor GTK Kepri","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Formula Kemendikdasmen Dekatkan Pembelajaran STEM dengan Kehidupan Anak - Kantor GTK Kepri","og_description":"*Kudus, Jawa Tengah, 3 September 2026* \u2014 Seekor katak di sawah, belalang yang melompat di rerumputan, semut yang berjalan beriringan, hingga kupu-kupu yang beterbangan dapat menjadi pintu masuk anak mengenal sains. Tak perlu laboratorium mahal atau peralatan berteknologi tinggi. Rasa ingin tahu dan lingkungan sekitar justru dapat menjadi ruang belajar yang kaya. Cara pandang inilah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/","og_site_name":"Kantor GTK Kepri","article_published_time":"2026-09-03T16:57:11+00:00","article_modified_time":"2026-09-06T12:08:10+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-06-at-19.03.24.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yuri Yogaswara Kantor GTK Kepri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yuri Yogaswara Kantor GTK Kepri","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/"},"author":{"name":"Yuri Yogaswara Kantor GTK Kepri","@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/#\/schema\/person\/4faefc6c2526d6ae62d058be743c5b4b"},"headline":"Formula Kemendikdasmen Dekatkan Pembelajaran STEM dengan Kehidupan Anak","datePublished":"2026-09-03T16:57:11+00:00","dateModified":"2026-09-06T12:08:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/"},"wordCount":595,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-06-at-19.03.24.jpeg","keywords":["#PendidikanBermutuuntukSemua #KemendikdasmenRamah"],"articleSection":["Siaran Pers"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/","url":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/","name":"Formula Kemendikdasmen Dekatkan Pembelajaran STEM dengan Kehidupan Anak - Kantor GTK Kepri","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-06-at-19.03.24.jpeg","datePublished":"2026-09-03T16:57:11+00:00","dateModified":"2026-09-06T12:08:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/#primaryimage","url":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-06-at-19.03.24.jpeg","contentUrl":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-06-at-19.03.24.jpeg","width":1280,"height":853},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/formula-kemendikdasmen-dekatkan-pembelajaran-stem-dengan-kehidupan-anak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Formula Kemendikdasmen Dekatkan Pembelajaran STEM dengan Kehidupan Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/#website","url":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/","name":"Kantor GTK Provinsi Kepulauan Riau","description":"UPT KEMENDIKDASMEN","publisher":{"@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/#organization"},"alternateName":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/#organization","name":"Kantor GTK Provinsi Kepulauan Riau","alternateName":"KGTK Kepri","url":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Logo-KGTK-Kepri-e1772681353514.png","contentUrl":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Logo-KGTK-Kepri-e1772681353514.png","width":860,"height":817,"caption":"Kantor GTK Provinsi Kepulauan Riau"},"image":{"@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/#\/schema\/person\/4faefc6c2526d6ae62d058be743c5b4b","name":"Yuri Yogaswara Kantor GTK Kepri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5998e1282029ccb2c71b86db36638007b69b16cec87443f8c73cfff82a4cec65?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5998e1282029ccb2c71b86db36638007b69b16cec87443f8c73cfff82a4cec65?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5998e1282029ccb2c71b86db36638007b69b16cec87443f8c73cfff82a4cec65?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yuri Yogaswara Kantor GTK Kepri"},"url":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/author\/yuri-yogaswara\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-06-at-19.03.24.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1489"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1489\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1491,"href":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1489\/revisions\/1491"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1490"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}